Manajemen
Personalia (Personnel Management) berbeda dengan MSDM. Menurut Torrington
et.al dalam Mullins (2005, h. 748) Manajemen Personalia didefinisikan sebagai
berikut :

Personnel
management is a series of activities which : first enables working people and
the organization which uses their skill to agree about the objectives and
nature of their working relationship, and secondly, ensures that management
fulfilled.
(Manajemen
Personalia adalah suatu kegiatan yang mencakup yaitu : pertama, manusia dapat
bekerja dengan organisasi yang menggunakan keterampilan untuk menyetujui
mengenai tujuan dan hubungan kerja yang alami, dan yang kedua, menjamin
pencapaian manajemen).
Menurut
Agus Suntoyo ( 2008, h 5), Manajemen Sumber Daya Manusia dapat didefinisikan
sebagai serangkaian tindakan dalam hal pemikiran, seleksi, pengembangan,
pemeliharaan, dan pengembangan sumber daya manusia-bukan sumber dayanya yang
lainnya-untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu, maupun organisasi.
Sedangkan
Manajemen Personalia (MP) yang diperlukan untuk meningkatkan efektifitas
sumberdayanya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah untuk memberikan
kepada organisasi suatu kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan itu, studi
tentang manajemen personalia menunjukan bagaimana seharusnya perusahaan
mendapatkan, mengembangkan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah
(kuantitas) dan susunan keterampilan (kualitas) yang tepat.
Manajemen
Sumber Daya Manusia dengan Manajemen Personalia jelas terdapat perbedaan
didalam ruang lingkup dan tingkatannya. MSDM mencakup permasalahan yang
berkaitan dengan pengembangan, penggunaan dan perlindungan sumber dayanya
manusia.
Sedangkan
Manajemen Personalia lebih banyak berkaitan dengan sumber dayanya manusia yang
sudah berada dalam organisasi (perusahaan). Tugas manajemen personalia adalah
mempelajari dan mengembangkan cara-cara agar unsur manusia dapat secara efektif
diintegrasikan kedalam berbagai unit organisasi guna mencapai tujuan dari
organisasi itu. Dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa Manajemen Sumber
Daya Manusia adalah suatu desain sistem yang formal di dalam suatu organisasi,
untuk menjamin tercapainya tingkat efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan
dan penggunaan kemampuan dan kompetensi manusia untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen
personalia dalam Hariandja (2002) adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengawaan kegiatan-kegiatan pengadaan, pemberian kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai
tujuan organisasi, dan masyarakat.
Human
recources management in the activities undertaken to attract, develop,
motivate, and maintain a high performing workforce within the organization.
(MSDM
dalam kegiatannya melakukan penarikan,pengembangan, pemotivasian dan
pemeliharaan tenaga kerja yang berkinerja tinggi dalam organisasi).
Seperti
yang menyangkut manusia tidak ada definisi manajemen personalia, atau sekarang
disebut manajemen sumber daya manusia, yang telah diterima secara universal.
Masing-masing penulis buku teks tentang bidang tersebut membuat definisi yang
berbeda atau dengan yang lain. Disini kita uraikan beberapa pendapat tentang
perbedaan MSDM dan Manajemen Personalia sebagai berikut :
Menurut
Flippo dalam Handoko (1987, h 3), manajemen personalia adalah
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan-kegiatan
pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan,
dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu,
organisasi dan masyarakat.
Menurut
French dalam Handoko (1987, h 3) mendefinisikan manajemen personalia sebagai
penarikan, seleksi, pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan sumber daya
manusia oleh organisasi. Mamajemen sumber daya manusia adalah penarikan,
seleksi, pengembangan pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk
mencapai baik tujuan-tujuan individu maupun organisasi.
Definisi
kita menekankan kenyataan bahwa kita, terutama mengelola manusia, bukan sumber
daya lain. Keberhasilan pengelolaan organisasi sangat ditentukan kegiatan
pendayagunaan sumber daya manusia. Manajemen personalia diperlukan untuk
meningkatkan efektifitas sumber daya manusia dalam organisasi.
Tujuannya
adalah untuk memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai
tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukan bagaimana
seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi dan
memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas) yang tepat.
Menurut
Hasibuan (2003, h 9), perbedaan Manajemen Sumber Daya Manusia dengan
Manajemen Personalia sebagai berikut:
a. MSDM
dikaji secara makro, sedangkan manajemen personalia dikaji secara mikro.
b. MSDM
menganggap bahwa karyawan adalah (asset) utama organisasi, jadi harus
dipelihara dengan baik. Manajemen personlia menganggap bahwa karyawan adalah
faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan secara produktif.
c. MSDM
pendekatannya secara moderen, sedangkan manajemen personalia pendekatan secara
klasik.
Pengertian
Manajemen Personalia atau MSDM menurut para ahli dalam Hasibuan (2003, h 11):
a. Edwin
B. Flippo
Personnel
management is the planning, organizing, directing and controling of the
management, development, compensation, integration, maintance, and separation
of human recources to the end that individual, organizational and societal,
objectivies are accomplished.
(Manajemen
personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian
dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan
pemberhentian karyawan, dengan maksaud terwujudnya tujuan perusahaan, individu,
karyawan, dan masyarakat).
b. Dale
Yoder
Personnel
management is the provision of leadership and direction of people in their
working or employment relationship.
(Manajemen
personalia adalah penyedia kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam
pekerjaan atau hubungan kerja mereka).
c. Andrew
F. Sikula
Personnel
management is the implementation of huma recources (man power) by and within an
enterprise.
(Administrasi
kepegawaian adalah penempatan orang-orang ke dalam suatu perusahaan)
Imlementasi
tenaga kerja manisia adalah pengadaan, pemeliharaan, penempatan, indroktrinasi,
latihan dan pendidikan sumber daya manusia (human recources atau man power)
Implementasi
sumber daya manusia adalah recruitment, selection. Training, education,,
planement, indroctrination, and development.
d. John
B. Miner dan Mary Green Miner
Personal
managemen may be defined as the proces of developing, applying and evaluating
policies, procedures, methods, and programs relating to the individual in the
organization.
(Manajemen
personalia didefinisikan sebagai suatu proses pengembangan, menerapkan, dan
menilai kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, metode-metode, dan program-program
yang berhubungan dengan individu karyawan dan organisasi)
e. Michael
J. Jucius
Personnel
management is the field of management which has to do with planing, organizing,
and controling various operative function of procuring, developing, maintaining,
and utilizing a labor force, such that the:
1) Objectives
of which the company is established are attained ecomomically and effectively.
2) Objectives
of of levels os personnel are served to the highest possible dergee.
3) Objectves
of the community are duly considered and served.
(manajemen
personalia adalah lapangan manajemen yang bertalian dengan perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian bermacam-macam fungsi pengadaan,
pengembangan, pemeliharaan, dan pemanfaatan tenaga kerja sedemikian rupa
sehingga:
1) Tujuan
untuk apa perkumpulan didirikan dan dicapai secara efesien dan efektif.
2) Tujuan
semua pegawai dilayani sampai tingkat yang optimal.
3) Tujuan
masyarakat diperhatikan dan dilayani dengan baik).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar